{"id":1594,"date":"2019-10-24T01:41:51","date_gmt":"2019-10-24T01:41:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/?p=1594"},"modified":"2019-10-24T01:41:51","modified_gmt":"2019-10-24T01:41:51","slug":"kekuatan-cinta-oleh-romo-felix-supranto-ss-cc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/kekuatan-cinta-oleh-romo-felix-supranto-ss-cc\/","title":{"rendered":"Kekuatan Cinta &#8211;  Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u201cKemurnian cinta diuji justru ketika kita dikhianati, dilukai, digosipin dan tidak dihargai\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Kita tidak bisa hidup tanpa \u00a0cinta.\u00a0 Cinta merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan. Kita membutuhkan cinta \u00a0sejak kita lahir dan dalam perjalanan hidup selanjutnya.\u00a0Cinta menjadi api semangat dalam menjalani\u00a0\u00a0hidup kita yang penuh berkat ini.<\/p>\n<p>Tanpa cinta, hidup kita \u00a0akan dibelenggu dengan\u00a0\u00a0perasaan negatif. Perasaan negatif membuat hidup \u00a0tak berarti. Hidup tak berarti bisa membawa kita\u00a0\u00a0jatuh ke dalam kebencian, baik terhadap orang lain ataupun diri sendiri. \u00a0 Hidup kita akhirnya dipenuhi dengan kecemasan yang tinggi. Pendek kata, tanpa cinta, kita tidak bisa mensyukuri kehidupan yang telah dianugerahkan Allah kepada kita.<\/p>\n<p>Cinta itu memang memiliki kekuatan yang dahsyat dalam kehidupan kita. Cinta dapat melepaskan kita dari keterpurukan, mencerahkan pikiran, dan menyembuhkan dari racun masa lampau. Alasannya adalah cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan kegairahan.<\/p>\n<p>Cinta yang kita bahas di sini bukan cinta romantis yang menyangkut kesenangan atau perasaan.\u00a0 Kita berbicara tentang keputusan untuk mencintai Allah, diri sendiri, dan sesama.\u00a0 Kita mencintai Allah karena Dia lebih\u00a0\u00a0dahulu mencintai kita.\u00a0 Mencintai diri sendiri karena kita adalah gambaran-Nya. Mencintai sesama dengan cinta tanpa syarat karena mereka adalah saudara kita.<\/p>\n<p>Kita dapat dengan mudah mencintai orang-orang yang \u00a0memperlakukan kita dengan baik. \u00a0 Kita tidak memerlukan usaha keras untuk mencintai teman kerja yang tidak pernah membicarakan sesuatu yang buruk tentang kita. Sangat mudah bagi kita untuk mencintai sesama kita yang tidak pernah membuat persoalan dengah kita. Kita dapat dengan mudah\u00a0\u00a0mengatakan kepada mereka ini : \u201cEngkau begitu baik \u00a0kepadaku dan aku akan memperlakukanmu dengan sikap yang sama\u201d. Sikap tersebut bukan cinta, tetapi apresiasi.\u00a0 Cinta yang murni \u00a0justru diuji ketika kita dilukai, \u00a0 \u00a0 dikhianati, digosipin, \u00a0dan perbuatan baik kita \u00a0tidak dihargai. Cinta yang murni nampak ketika kita tidak berubah walaupun kita diperlakukan secara tidak adil.<\/p>\n<p>Kita tidak dapat mengatur\u00a0\u00a0orang lain untuk memperlakukan kita seperti apa yang kita harapkan.\u00a0 Senantiasa ada orang yang melukai kita, merendahkan kita, dan tidak menunjukkan kebaikan dan simpati kepada kita.\u00a0 Walaupun kita tidak bisa menghentikan perbuatan mereka, tetapi kita bisa mengendalikan reaksi kita terhadap mereka.<\/p>\n<p>Reaksi cinta adalah kebalikan dari perbuatan mereka. Kita lebih bermurah hati terhadap mereka.\u00a0 Kita tetap berlaku baik terhadap mereka \u00a0dan mendoakan mereka walaupun sebenarnya mereka tidak pantas menerimanya.<\/p>\n<p>Ketika kita memilih untuk fokus pada apa yang dapat kita lakukan, \u00a0yaitu menunjukkan cinta setiap hari daripada apa yang orang lain lakukan,\u00a0\u00a0maka hal yang mengagumkan akan terjadi.\u00a0 Daripada tenggelam di dalam kefrustasian dan kesedihan karena perkataan atau perbuatan orang lain, kita lebih baik membawa cinta bertakhta di dalam hati kita sehingga sukacita kita berlimpah.\u00a0\u00a0Semakin mencintai sesama, semakin kita bahagia karena kita telah menang \u00a0terhadap tindakan negatif orang lain.<\/p>\n<p>Ketika cinta telah bertakhta dalam hidup kita, maka cinta sebagai kekuatan terbesar dalan diri kita dan bahkan dunia sungguh terbukti. Cinta adalah kekuatan terbesar dalam hidup kita karena Allah adalah Kasih<strong>\u00a0: \u201c<\/strong><strong>Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih\u201d(1 Yohanes 4 : 8).<\/strong><\/p>\n<p>Ketika kita mencintai sesama apapun perlakuannya terhadap kita, Allah tinggal di dalam hati kita. Ketika kita menebarkan cinta, kita menghadirkan Allah kepada semua makhluk ciptaan-Nya.<\/p>\n<p>Ada seorang ibu yang tetap setia walaupun dikhianati oleh suaminya.\u00a0\u00a0Suaminya jatuh hati\u00a0\u00a0dengan perempuan lain. Kalau ingin membalasnya dengan sikap yang sama,\u00a0\u00a0ia bisa saja m]elakukannya karena ia memiliki segalanya.\u00a0 Ia cantik dan memiliki perusahaan yang besar. Akan tetapi, ia tidak melakukannya. Ia mengatakan bahwa cinta itu adalah suci. Karena cinta adalah suci, cinta tak\u00a0\u00a0dapat digantikannya karena cinta Allah juga tidak berubah. Ia tetap melayani suaminya dengan tulus walaupun hatinya tercabik-cabik. Ia yakin bahwa pada saatnya suaminya akan kembali\u00a0\u00a0ke dalam keluarganya. Ia menyadari bahwa suamiku saat ini\u00a0\u00a0memerlukan\u00a0\u00a0pertolongan darinya karena cinta di dalam dirinya sedang tertimbun nafsu. Setiap hari ia mendoakan suaminya : \u201cYa, Allah, kembalikan suamiku ke dalam keluarga kami. Kami sabar menantikan hatinya kembali kepada kami\u201d.\u00a0\u00a0Tiga tahun kemudian, tiba-tiba suaminya memeluknya dengan deraian mata dan dengan perkataan maaf karena kelalaiannya. Kembalinya\u00a0\u00a0suaminya itu membuat seluruh anggota keluarga itu sangat bahagia.<\/p>\n<p>Doa<\/p>\n<p>Ya, Allah<\/p>\n<p>Kuatkanlah kami untuk tetap dapat mencintai<\/p>\n<p>walaupun \u00a0disakiti dan tidak dihargai.<\/p>\n<p>Dengan memberikan cinta yang tanpa syarat,<\/p>\n<p>kami dapat menghadirkan Engkau kepada sesama,<\/p>\n<p>bahkan kepada orang yang tidak tahu beriterimakasih.<\/p>\n<p>Dengan menebarkan Cinta,<\/p>\n<p>kami akan dimuliakan karena akan bersatu denganMu, Sang Maha Kasih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC<\/strong>_<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"card-text\">\u201cKemurnian cinta diuji justru ketika kita dikhianati, dilukai, digosipin dan tidak dihargai\u201d Kita tidak bisa hidup tanpa \u00a0cinta.\u00a0 Cinta merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan. Kita membutuhkan cinta \u00a0sejak kita lahir dan dalam perjalanan hidup selanjutnya.\u00a0Cinta menjadi api semangat dalam menjalani\u00a0\u00a0hidup kita yang penuh berkat ini. Tanpa cinta, hidup kita \u00a0akan dibelenggu dengan\u00a0\u00a0perasaan negatif. [&#8230;]<\/p>\n<p class=\"m-0\"><a class=\"btn btn-outline-secondary btn-read-more\" href=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/kekuatan-cinta-oleh-romo-felix-supranto-ss-cc\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1595,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-1594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepercik-inspirasi"],"featured_image_src":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/10\/5e10d25a-7594-4017-9366-669a98771278.jpg","blog_images":{"medium":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/10\/5e10d25a-7594-4017-9366-669a98771278-300x150.jpg","large":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/10\/5e10d25a-7594-4017-9366-669a98771278.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1594\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}