{"id":1939,"date":"2020-02-04T02:08:47","date_gmt":"2020-02-04T02:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/?p=1939"},"modified":"2020-02-04T02:08:47","modified_gmt":"2020-02-04T02:08:47","slug":"yesus-membangkitkan-anak-yairus-dan-menyembuhkan-seorang-perempuan-yang-sakit-pendarahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/yesus-membangkitkan-anak-yairus-dan-menyembuhkan-seorang-perempuan-yang-sakit-pendarahan\/","title":{"rendered":"Yesus Membangkitkan Anak Yairus dan Menyembuhkan Seorang Perempuan yang Sakit Pendarahan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1942\" src=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/yesus-membangkitkan-anak-perempuan-yairus-1-638-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/yesus-membangkitkan-anak-perempuan-yairus-1-638-300x225.jpg 300w, https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/yesus-membangkitkan-anak-perempuan-yairus-1-638.jpg 638w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Berusaha, Rendah Hati, dan Percaya<\/p>\n<p>&#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh&#8221; (Markus 5:28)<\/p>\n<p>Seorang wanita memperoleh kesembuhan hanya dengan menjamah jubah Yesus. Sungguh kejadian yang luar biasa bukan? Mengapa dia hanya menjamah jubahnya dengan sembunyi-sembunyi? Tidak seperti yang dilakukan Yairus, datang dihadapan Yesus dan meminta secara langsung.<\/p>\n<p>Pertama saya melihat ada sebuah usaha untuk sembuh dengan mendatangi rombongan Yesus meski harus berdesak-desakan. Kedua kerendahan hati dalam diri wanita ini. Dia mampu mengenali dirinya sendiri sebagai manusia yang penuh kelemahan dan dosa sehingga tidak pantas dan tidak layak datang kepada Yesus maka dia hanya menjamah jubah-Nya. Ketiga adalah iman yang besar mengakui kebaikan dan kasih-Nya yang tanpa batas kepada manusia, dan percaya Yesus akan memberi kesembuhan tanpa mengucap kata secara langsung.<\/p>\n<p>Daya kuasa ilahi Yesus langsung keluar dan menyembuhkan saat jubah-Nya disentuh oleh iman yang besar dan kerendahan hati sejati seorang wanita.<\/p>\n<p>Marilah kita belajar setiap saat untuk selalu berusaha dengan penuh harapan,rendah hati mengakui segala kepapaan kita dihapadan-Nya dan percaya bahwa kasih-Nya sungguh besar dan berlimpah-limpah kepada kita. Yesus akan memberikan kesembuhan jasmani maupun rohani melalui daya\u00a0 kuasa ilahi-Nya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1940\" src=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/unnamed-1-300x213.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/unnamed-1-300x213.jpg 300w, https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/unnamed-1.jpg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: right\">Ditulis oleh Klementina Septi<\/p>\n<p style=\"text-align: right\">Renungan ini ditulis oleh Tim Renungan Harian dari Katolikvidgram.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"card-text\">Berusaha, Rendah Hati, dan Percaya &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh&#8221; (Markus 5:28) Seorang wanita memperoleh kesembuhan hanya dengan menjamah jubah Yesus. Sungguh kejadian yang luar biasa bukan? Mengapa dia hanya menjamah jubahnya dengan sembunyi-sembunyi? Tidak seperti yang dilakukan Yairus, datang dihadapan Yesus dan meminta secara langsung. Pertama saya melihat ada sebuah usaha untuk [&#8230;]<\/p>\n<p class=\"m-0\"><a class=\"btn btn-outline-secondary btn-read-more\" href=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/yesus-membangkitkan-anak-yairus-dan-menyembuhkan-seorang-perempuan-yang-sakit-pendarahan\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1941,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-1939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siraman-hati"],"featured_image_src":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/Mrk5_21-43-20150628.jpg","blog_images":{"medium":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/Mrk5_21-43-20150628-300x300.jpg","large":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/02\/Mrk5_21-43-20150628.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}