{"id":2101,"date":"2020-04-06T02:12:06","date_gmt":"2020-04-06T02:12:06","guid":{"rendered":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/?p=2101"},"modified":"2020-04-06T02:12:06","modified_gmt":"2020-04-06T02:12:06","slug":"keutamaan-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/keutamaan-kasih\/","title":{"rendered":"Keutamaan Kasih"},"content":{"rendered":"<p data-adtags-visited=\"true\">\u00a0\u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2104\" src=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/KWI-30Mar2015R-300x144.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"144\" srcset=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/KWI-30Mar2015R-300x144.jpg 300w, https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/KWI-30Mar2015R-768x368.jpg 768w, https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/KWI-30Mar2015R-1024x490.jpg 1024w, https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/KWI-30Mar2015R.jpg 1140w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p data-adtags-visited=\"true\">Pada masa itu tidak semua orang dapat menggunakan minyak wangi apalagi membelinya. Selain mahal, biasanya minyak itu hanya digunakan untuk mengurapi kepala raja. Namun Maria menggunakannya untuk membasuh kaki Yesus. Perbuatan Maria ini tentunya menimbulkan pertanyaan banyak orang yang hadir saat itu, terutama Yudas Iskariot. Yudas lebih mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat bila minyak narwastu itu dijual demi kepentingan orang miskin. Murnikah keinginan Yudas? Sayang sekali, sebab motivasinya hanyalah untuk menumpuk keuntungan. Pelayanan Yudas lebih tertuju kepada kepentingan diri sendiri.<\/p>\n<p data-adtags-visited=\"true\">Pelayanan yang tertuju kepada Tuhan. Maria memahami bahwa perbuatannya ini pasti mengundang pertentangan. Namun tujuannya hanya satu yaitu melayani Yesus. Maria tidak mempedulikan reaksi negatif Yudas terhadap perbuatannya, dia tetap melayani Yesus. Maria dan Yudas sama-sama melayani Tuhan. Pelayanan yang satu tertuju kepada Tuhan, yang satu tertuju kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan pelayanan kita?<\/p>\n<p data-adtags-visited=\"true\"><strong>Doa:<\/strong>\u00a0Murnikanlah pelayanan kami Tuhan, agar tertuju hanya untuk kemuliaan-Mu. Tuhan Yesus, aku tahu bahwa walaupun sekiranya aku merupakan satu-satunya orang yang membutuhkan penyelamatan dari-Mu, Engkau akan tetap datang dan mati untuk diriku. Tolonglah aku untuk menanggapi kasih-setiaMu dengan memuji-muji Engkau dan melayani Engkau dengan segenap hatiku. Tuhan, aku sungguh mengasihi Engkau! Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin. (Lucas Margono)<\/p>\n<p data-adtags-visited=\"true\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2103\" src=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/download.jpg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"194\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"card-text\">\u00a0\u00a0 Pada masa itu tidak semua orang dapat menggunakan minyak wangi apalagi membelinya. Selain mahal, biasanya minyak itu hanya digunakan untuk mengurapi kepala raja. Namun Maria menggunakannya untuk membasuh kaki Yesus. Perbuatan Maria ini tentunya menimbulkan pertanyaan banyak orang yang hadir saat itu, terutama Yudas Iskariot. Yudas lebih mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat bila minyak [&#8230;]<\/p>\n<p class=\"m-0\"><a class=\"btn btn-outline-secondary btn-read-more\" href=\"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/keutamaan-kasih\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2102,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siraman-hati"],"featured_image_src":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/Yoh-12_1-11-140414.jpg","blog_images":{"medium":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/Yoh-12_1-11-140414-300x283.jpg","large":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/04\/Yoh-12_1-11-140414.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ssccindonesia.org\/inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}