
TASIKMALAYA – Suasana duka menyelimuti Kampung Nagaraherang, Desa Sukahening, Tasikmalaya, Jawa Barat, saat keluarga besar Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC) dan umat setempat melepas kepergian Ibu Maria Sugiarti. Ibunda dari RP. Agung Nugraha SS.CC tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 20 Januari 2026.
Misa Requiem dan Kehadiran Para Saudara
Misa Requiem dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 12.00 WIB, bertempat di kediaman keluarga almarhumah. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh RD. Yohanes Haryo Kristo Wibowo, Kepala Paroki setempat, didampingi langsung oleh putranya, RP. Agung Nugraha SS.CC, yang saat ini terpaksa meninggalkan tempat tugasnya di Filipina untuk sementara.
Sejumlah imam dari Kongregasi SS.CC turut hadir mendampingi dalam konselebrasi, di antaranya RP. Nugroho SS.CC., RP. Thomas Suko SS.CC., RP. Martinus SS.CC., dan RP. Badin SS.CC.

Refleksi Iman: Rumah sebagai Tempat Kasih
Dalam kotbahnya yang menyentuh hati berdasarkan Injil Yohanes 14, RP. Agung Nugraha SS.CC menyampaikan tiga poin perenungan tentang arti sebuah “Rumah” dan “Kematian”:
Misteri Kehidupan: Kematian adalah bagian dari misteri kehidupan yang sulit dipahami secara logika, namun hanya bisa dihadapi dengan iman.
Tempat Mengenal Cinta: Rumah adalah sekolah pertama bagi kita untuk mengenal, menumbuhkan, dan belajar berbagi cinta kepada sesama.
Tempat Pemulihan: Rumah harus menjadi tempat di mana orang yang sakit atau terluka mendapatkan kesembuhan dan pengampunan.

Kesaksian Pengabdian yang Total
Romo Kepala Paroki dalam ulasannya mengenang sosok almarhumah Maria Sugiarti sebagai pribadi yang luar biasa dalam pengabdian kepada Gereja. Beliau tidak hanya memberikan sebagian lahannya untuk pembangunan Kapel Stasi sebagai tempat umat berhimpun, tetapi juga memberikan “persembahan” yang paling berharga bagi Gereja, yaitu putra kandungnya, Agung Nugraha, untuk menjadi seorang imam.
Senada dengan hal tersebut, RP. Nugroho SS.CC dalam sambutan mewakili Kongregasi SS.CC menyampaikan duka mendalam bagi keluarga. Beliau menegaskan komitmen bahwa Kongregasi SS.CC akan selalu menjadi “rumah” bagi keluarga RP. Agung Nugraha SS.CC.

Penghormatan Terakhir dan Kerukunan Lintas Agama
Upacara penghormatan terakhir diwarnai dengan suasana haru yang mendalam. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar dan perwakilan kongregasi—termasuk Sr. Mestiar SS.CC, 5 Postulan, serta 6 anggota Cabang Awam—tetapi juga oleh rekan-rekan OMK Paroki St. Odilia Tangerang, tempat RP. Agung pernah menjalani masa tahun pastoralnya.
Duka yang memilu hati nampak jelas dari isak tangis keluarga dan tetangga. Menariknya, kehadiran umat lintas agama yang turut berbelasungkawa menunjukkan betapa almarhumah dicintai oleh masyarakat luas tanpa memandang perbedaan.

Peristirahatan Terakhir
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh RP. Agung Nugraha SS.CC. Dengan tegar namun penuh rasa bakti, ia menghantar sang ibunda ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah tinggal almarhumah.

Keluarga besar Kongregasi SSCC (Putra – Putri – Cabang Awam) ikut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Maria Sugiarti. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terindah di Rumah Bapa, dan keluarga yang ditinggalkan, khususnya RP. Agung Nugraha SS.CC, diberikan kekuatan serta penghiburan iman. Amin.

Br. Gerard SSCC