
Bulan Januari 2026, merupakan peristiwa penuh rahmat bagi kedua konfrater SS.CC, yaitu RP. Yohanes Antun Wardoyo, SS.CC dan RP. Cornelius Ferry Indrianto, SS.CC karena kedua konfrater merayakan Pesta Perak Imamat, 25 tahun menjalani hidup sebagai seorang imam dalam Kongregasi SS.CC. Tetapnya tanggal 21 Januari 2001, kedua konfrater menerima rahmat tahbisan imam dari alm. Mgr Hilarius Moa Nurak, SVD.
Perayaan syukur pesta perak kedua konfrater dilaksanakan di dua tempat yang berbeda dan tanggal yang berbeda. Tanggal 19 Januari 2026, perayaan syukur imamat RP. Yohanes Antun Wardoyo, SS.CC yang dilaksanakan di gereja Stasi St. Matius dan dihadiri oleh 12 imam dan perwakilan suster SS.CC (Sr. Agnes dan Sr. Petra) yang kebetulan mereka sedang mengadakan promosi panggilan di Lampung. Setelah perayaan Ekaristi diadakan ramah tamah dan makan malam bersama sambil disuguhi acara-acara hiburan.
Tanggal 21 Januari 2026 perayaan syukur imamat 25 tahun RP. C. Ferry Indrianto, SS.CC diadakan kapela Stasi Stefanus Sindang Sari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Bapa Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo dan dihadiri 15 imam. Dalam homilinya, Bapa Uskup menyampaikan semangat dan kesetiaan St. Agnes di mana St. Agnes menunjukkan kesetiaan kepada Kristus lebih berharga daripada kenyamanan dunia dan iman yang dihidupi dengan berani, bahkan sejak usia muda serta kemurnian hati, keteguhan iman, dan keberanian adalah kekuatan sejati seorang Kristen. Demikian juga hendaknya para yubilaris, semoga momen pesta perak, selain sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang telah menyertai perjalanan Imamat selama 25 tahun hendaknya terdorong untuk tetap setia dan menjaga kemurnian hati dalam panggilan dan terus setia menjalani perutusan sebagai imam Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria. Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ramah tamah, makan malam bersama dan hiburan. Dalam acara hiburan, Bapa Uskup menyumbangkan dua buah lagu untuk para yubilaris.
Perayaan syukur imamat 25 tahun kedua konfrater ini dihadiri juga rekan seangkatan, RP. Alexander Dato, SS.CC dan RP. Patrisius Breket, SS.CC, yang telah lebih dulu merayakan pesta perak mereka pada tanggal 01 Juni 2025.

Peristiwa rahmat 25 tahun imamat, keempat konfrater (RP. Yohanes Antun Wardoyo, RP. Ferry Indrianto, dan RP. Alexander Dato) mengambil waktu selama tiga hari untuk retret bersama, 22 – 25 Januari 2026. Retret diadakan di Wisma Emanuel Lawangsi. Retret ini menjadi kesempatan yang penuh rahmat dimana keempat konfrater mengambil waktu untuk refleksi dan sharing iman terkait rahmat Imamat yang telah mereka terima dan juga menjadi kesempatan untuk saling mendoakan dan meneguhkan dalam panggilan dan perutusan dimanapun saat ini mereka diutus.
Keempat konfrater membagikan pengalaman rohani, tantangan, dan harapan sebagai seorang imam religius yang telah mejalani imamatnya selama 25 tahun.
RP. PATRISIUS BREKET, SS.CC:
(Rektor Postulan di Seminari Damian, Bandung)
Syukur atas rahmat dan kesetiaan Allah dalam perjalanan imamat saya.

Dalam retreat bersama sebagai satu angkatan yang terus solid sejak masa formasio, kami mengambil waktu untuk melihat perjalanan imamat kami, berbagi cerita dan pengalaman untuk saling meneguhkan kami sebagai satu angkatan. Bagi saya, 25 tahun imamat yang saya rayakan di tahun Yubelium bukan sekedar hitungan waktu tapi perjalanan rahmat. Ini merupakan kesaksian bahwa Tuhan setia kepada saya. Ada banyak hal yang mungkin tidak sempurna tapi satu hal yang pasti bahwa Tuhan tidak pernah menarik kembali panggilan-Nya. Saya bersyukur bahwa saya masih berdiri di altar bukan karena saya kuat dan mampu tapi karena rahmat-Nya. 25 tahun imamat yang saya rayakan mengingatkan saya untuk terus membaharui diri, komitment dan tanggung jawab sebagai seorang religius. Dalam perjalanan 25 tahun sebagai seorang imam dan religius, banyak suka duka, keberhasilan dan kegagalan, namun saya melihat itu sebagai rahmat dan kesetiaan Tuhan tidak pernah hilang dari hidup saya. Saya bersyukur karena banyak orang mendukung dan meneguhkan saya dalam menjalani 25 tahun imamat baik anggota komunitas, umat yang saya layani, keluarga dan juga teman angkatan yang selalu memberikan kekuatan dan peneguhan. Terima kasih untuk semua yang dengan cara masing-masing hadir dalam peziarhan imamat saya. Beberapa hal yang menjadi kekuatan saya dalam menghidupi imamat saya adalah Ekaristi, doa dan adorasi, ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah, kerendahan hati, siap sedia dan kesederhanaan. Saya bahagia dalam menghidupi imamat saya dan segala karya perutusan saya sebagai seorang religius ss.cc.. Ia mambuat segala sesuatu indah pada waktunya. Pengkhotbah 3:11.
RP. YOHANES ANTUN WARDOYO, SS.CC:
(Rektor Novisiat Tanjung Piayu, Batam)

Makna syukur 25 tahun imamat, “Imamat adalah Hadiah tak ternilai bagiku. Manusia dengan keterbatasan, diberi anugerah ambil bagian dalam karya Allah. Serasa tak layak dalam ekaristi diangkat menjadi Impersona Christi. Mengucapkan pun membuat hati bergetar. Kekaguman akan kebaikan Allah dalam Ekaristi menjadi kekuatan dan daya. Seraya menyadari apa yang telah saya lakukan belum seberapa dibanding dengan cinta Allah yang tiada henti. Serasa seperti setitik air pada pinggir timba. Ada kelimpahan Rahmad yang terpernah habis yang disediakan dan ditawarkan. Dan saya diangkat ambil bagian dalam menawarkan rahmat itu sekaligus meminum rahmat yang tak terbatas itu. Terima kasih Tuhan. Terima kasih teman-teman”
RP. ALEXANDER DATO, SS.CC:
(Ekonom SS.CC Provinsi Indonesia)

25 tahun imamat mengajarkan saya satu hal penting: kesetiaan bukanlah hasil kekuatan saya pribadi, melainkan buah dari rahmat Tuhan yang terus bekerja. Saya bersyukur atas segala pengalaman—yang manis maupun yang pahit—karena semuanya membentuk saya menjadi imam dan religius seperti hari ini. Berangkat dari ketiadaan motivasi untuk menjadi imam, saya menyadari bahwa Tuhan selalu setia bekerja melalui keluarga, para sahabat, dan umat Allah yang selalu setia mendoakan, mendukung dengan cara mereka yang baik dan saya sungguh menyadari karya Tuhan dalam hidup saya. Dan saya sungguh bersukacita sebagai seorang imam dan religius dalam Kongregasi SS.CC. “Hendaklah engkau setia sampai mati, maka aku akan mengaruniakan mahkota kehidupan” (Wahyu 2:10)
RP. C. FERRY INDRIANTO, SS.CC:
Religius, Imam, Misionaris di Belgia

Aku bersyukur dan memuji-Nya, sebab Tuhan itu baik dan besar kasih setia-Nya kepada umat-Nya.
Tahbisan Imamat adalah Tanda dan Sarana kehadiran Kristus yang menyelamatkan. Dalam diri seorang imam, Kristus yang tidak kelihatan dapat dikenali melalui kehadiran, kata-kata dan tindakan atau pelayanan sakramental. Tahbisan Imamat adalah anugerah Tuhan untuk seluruh umat beriman, tanda nyata bahwa Tuhan menyertai, memberkati, melindungi dan membimbing umat-Nya. Bagi saya, panggilan untuk menjadi imam adalah prakarsa dan kehendak Tuhan. Saya hanya belajar untuk membuka hati terhadap kehendak-Nya. Dalam refleksi saya, saya melihat bahwa Tuhan begitu baik kepada saya dan mempersiapkan saya untuk terlibat dalam karya penyelamatan-Nya sejak saya muda. Di manakah persiapan itu terjadi: dalam keluarga, dalam komunitas basis gerejani, dalam masa pembinaan di seminari, dalam kehidupan komunitas rohani SS.CC. Tahbisan Imamat yang saya terima 25 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 21 Januari 2001, adalah sebuah peristiwa penuh rahmat istimewa yang boleh saya alami. Tuhan memberkati saya dan mengutus saya untuk untuk membawa berkat bagi umat-Nya. Sejak saat itu, ke mana pun saya pergi dan di mana pun saya ditugaskan, saya adalah seorang imam yang menjadi tanda kehadiran Tuhan yang melayani umat-Nya dan memberkati mereka. Saya juga sangat merasakan kehadiran-Nya dalam hidup saya. Saya tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi bagi Kristus yang melayani umat-Nya.
Pesta Perak Imamat yang istimewa

Selama 25 tahun ini pelayanan imamat saya, saya sungguh merasakan kebaikan dan kesetiaan Tuhan. Saya merasakan dicintai dalam panggilan dan diperkaya dalam perutusan. Dalam kerapuhan, kelemahan, keragu-raguan, dan keterbatasan saya, saya merasakan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Ia meneguhkan dan membimbing saya dengan cara yang kaya. Saya mengalami kebaikan dan kesetiaan Tuhan diri umat-Nya di sekeliling saya dan berbagai peristiwa yang saya alami dalam pelayanan sebagai imam. Saya sering tidak setia, tetapi Tuhan selalu setia. Saya merasa tidak pantas di hadapan-Nya, terutama ketika saya merayakan Ekaristi Kudus, tetapi DIA yang setia dan kudus, menguduskan saya dan seluruh Gereja-Nya dalam Ekaristi. Dengan tangan kanan saya memberkati umat beriman, dan Tuhan melimpahkan rahmat-Nya untuk hidup, karya dan perjuangan umat-Nya.
Panggilan dan perutusan saya memiliki sejarah panjang dan konteks tertentu. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur karena boleh merayakan Pesta Perak Imamat penuh rahmat ini bersama keluarga dan umat Stasi Sindangsari di mana saya tumbuh dan belajar untuk mengenal Tuhan di masa kecil saya, bersama rekan-rekan seangkatan di Seminari Palembang: RP. Antun, RP. Budi dan Mgr. Vincensius, Uskup Tanjungkarang, bersama konfrater seangkatan di masa Novisiat: RP. Alex, RP. Patris dan RP. Antun. Saya juga bersyukur karena boleh merayakan Pesta Imamat ini bersama dengan keluarga besar SS.CC di Yogyakarta dan menyaksikan tahbisan para diakon di FTW Kentungan yang dilanjutkan dengan Pesta Komunitas bersama para tamu undangan. Peristiwa Perayaan 25 tahun Paroki Santo Gabriel Bandung seakan menjadi puncak kegembiraan bagi saya. Di paroki inilah saya ditugaskan sebagai imam baru, 25 tahun yang lalu. Di sini saya belajar untuk menjalankan tugas panggilan dan perutusan sebagai seorang imam yang menghadirkan Tuhan yang melayani umat-Nya. Perjalanan Paroki Santo Gabriel Bandung ini menjadi bukti bagaimana Tuhan bekerja di tengah umat-Nya. Proficiat, umat Paroki Santo Gabriel! Teruslah berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Kristus.
Syukur Tuhan atas segala kebaikan dan kesetiaan-Mu. Terimakasih kepada semua orang atas cinta, dukungan dan doa-doa kalian yang sangat berarti bagi saya. Tuhan memberkati, Berkah Dalem, Salve!
Mengakhir tulisan ini, keempat saudara mengucapkan banyak terima kasih kepada Provinsial dan Dewan yang telah menerima keempat saudara dalam Kongregasi SS.CC dan terima kasih atas segala dukungan dari para anggota SS.CC Provinsi Indonesia.
Salam satu Hati dalam SS.CC
RP. Alexander Dato, SS.CC