
CISARUA, BANDUNG – Di tengah sejuknya alam Cisarua, sebanyak 63 guru dari unit TK, SD, dan SMP Sekolah Santo Yusup (Jalan Jawa) berkumpul untuk sejenak menarik diri dari rutinitas pelayanan pendidikan. Mereka mengikuti kegiatan Retret yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Januari 2026, bertempat di Natural Hill, Cisarua, Bandung.
Kegiatan rohani ini didampingi oleh Br. Gerard SSCC. Dalam suasana yang hening dan penuh persaudaraan, Br. Gerard mengajak para pendidik untuk menyelami kedalaman spiritualitas melalui meditasi, refleksi, dan kontemplasi.

Mengikuti Alur Roh Kudus melalui Injil Harian
Ada yang unik dalam retret kali ini. Br. Gerard meyakini bahwa pemilihan waktu retret bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari karya Roh Kudus dalam hidup para peserta. Oleh karena itu, seluruh tema harian diambil dari Bacaan Injil harian yang sedang dirayakan oleh Gereja.
Berikut adalah rangkuman pesan rohani yang menjadi bekal refleksi bagi para guru:
Hari Pertama (Mrk. 3:7-12):
– Menyadari bahwa guru dipanggil di tengah kerumunan banyak orang untuk menjadi saluran penyembuhan.
– Hendaknya para pendidik tetap rendah hati meskipun dicari banyak orang karena kompetensinya.
– Membangun jarak yang sehat agar tetap fokus pada sumber kekuatan sejati, yakni Kristus.

Hari Kedua (Mrk. 3:13-19):
– Guru diingatkan bahwa mereka dipilih dan dipanggil secara personal oleh Tuhan untuk menyertai-Nya.
– Tugas mengajar adalah perutusan suci yang dianugerahkan bagi mereka yang dikehendaki-Nya.
– Menjalin persekutuan yang erat sebagai rekan sekerja Allah dalam membentuk karakter murid.

Hari Ketiga (Mrk. 3:20-21):
– Totalitas dalam pelayanan sering kali dianggap sebagai “kegilaan” atau tindakan yang tidak wajar oleh dunia.
– Keteguhan hati guru dalam mendidik adalah bentuk pengurbanan diri demi kebaikan masa depan anak didik.
– Percaya bahwa di tengah kesibukan yang luar biasa, penyertaan Tuhan menjadi kekuatan yang menopang.

Doa yang Melibatkan Tubuh
Untuk membantu para guru masuk lebih dalam ke dalam keheningan, Br. Gerard tidak hanya menawarkan refleksi kata-kata, tetapi juga memperkenalkan bentuk-bentuk doa yang menggunakan tubuh. Hal ini diharapkan mampu membawa keseimbangan antara pikiran, hati, dan raga dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk menerima Sakramen Tobat dan Ekaristi Kudus sebagai penutup Retret. Kedua Sakramen ini dilayani oleh saudara se-Kongregasinya: RP. Badin SS.CC.
Menutup rangkaian kegiatan, Br. Gerard menyampaikan harapannya agar kerja sama yang baik antara tarekat SSCC dan Sekolah Santo Yusup Jalan Jawa dapat terus berlanjut dan menemukan bentuk-bentuk kolaborasi baru di tahun-tahun mendatang.

Pergi ke pasar membeli permata,
Permata berkilau indah di mata.
Santo Yusup Jalan Jawa kebanggaan kita,
Mencetak generasi cerdas bagi nusa dan bangsa.
Jalan-jalan ke Cisarua Bandung,
Udara segar hilangkan bingung.
Bapak Ibu Guru budinya agung,
Cinta kasihmu tak terhitung.

Br. Gerard SSCC