
PALEMBANG – Semangat persaudaraan dan pelayanan menyelimuti Rumah Retret Girii Nugraha, Palembang, saat Forum Kerjasama Pemimpin Religius Provinsi Gerejawi Palembang (FKPR – PGP) menggelar pertemuan tahunannya pada tanggal 22 hingga 24 Februari 2026.
Dengan mengangkat tema “Dengan Iman yang Teguh Berjalan Bersama Mewujudkan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan”, pertemuan ini menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi bagi para kaum religius yang berkarya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Kehadiran dan Semangat Pelayanan
Sebanyak 50 biarawan dan biarawati yang berasal dari Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Tanjung Karang, dan Keuskupan Pangkalpinang hadir dalam pertemuan ini. Di antara para peserta, hadir empat delegasi dari Kongregasi SSCC, yakni P. Pankras SSCC (Provinsial), P. Polce SSCC (Tim Bina Lanjut), serta P. Rusdi SSCC dan Br. Gerard SSCC yang bertugas sebagai Promotor Panggilan.

Visi Pastoral Mgr. Yohanes Harun Yuwono
Rangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi khidmat yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Dalam sesi pembuka yang berlangsung meriah dan menyentuh hati, Bapa Uskup menegaskan lima pilar utama yang harus menjadi warna dasar pelayanan para religius, yaitu:
• Allah adalah Kasih
• Kaderisasi
• Lingkungan Hidup
• Penanganan Perdagangan Manusia (Human Trafficking)
• Pastoral Digital
Menariknya, di akhir sesi, Mgr. Yuwono juga mengutarakan harapan besar akan terbentuknya Keuskupan Sufragan baru yang akan meliputi wilayah Jambi dan sekitarnya guna mengoptimalkan pelayanan umat.

Menggali Akar Karisma dan Kerjasama
Pada sesi kedua, Rm. Purwanto, SCJ selaku narasumber memberikan ulasan mendalam mengenai sejarah kerjasama antar komunitas religius di wilayah ini. Beliau menekankan bahwa para misionaris terdahulu telah memberikan teladan dalam saling menolong meskipun berbeda institusi dan karisma.
“Para peserta diajak untuk kembali menggali karisma pendiri masing-masing agar dapat menemukan arah pelayanan yang tepat di masa depan,” ungkapnya.

Kepengurusan Baru dan Agenda Strategis
Hari kedua diisi dengan laporan kegiatan dan keuangan dari setiap komisi. Diskusi berjalan hangat dan penuh akrab, menghasilkan agenda kegiatan yang segar untuk tahun karya 2026. Pada hari ini juga lahirlah kepengurusan baru yang akan menganimasi kegiatan dan persaudaraan antar komunitas reigius. P. Pankras SSCC menjadi ketua FKPR-PGP, Br. Gerard SSCC menjadi ketua komisi Promosi Panggilan FKPR-PGP, dan P. Polce SSCC menjadi wakil ketua komisi Bina Lanjut.

Kewaspadaan dalam Kaul dan Rekreasi Persaudaraan
Pertemuan ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Ketua FKPR PGP terpilih, P. Pankras SSCC. Dalam homilinya, beliau memberikan pesan kuat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap godaan-godaan yang menyerang inti kehidupan religius, yakni kaul-kaul suci.
Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta diajak berwisata menyusuri keindahan Sungai Musi dan mengunjungi situs-situs bersejarah di Palembang. Rekreasi ini bukan sekadar melepas penat, melainkan simbol eratnya tali persaudaraan di antara komunitas religius di Sumatera Bagian Selatan.
Pertemuan serupa dijadwalkan akan kembali digelar pada 19-21 Februari 2027 dengan Keuskupan Pangkalpinang sebagai tuan rumah.

Pergi ke pasar membeli melati,
Melati putih harum mewangi.
Biarawan-biarawati tulus di hati,
Berjalan bersama dalam kasih Ilahi.
Sungai Musi airnya tenang,
Perahu melaju ke seberang sana.
Gereja Sinodal hati pun senang,
Membangun dunia yang penuh makna.

Bruder Gerard, SS.CC