Bacaan Injil hari ini, Mat 8:23-27 mengisahkan tentang Angin ribut diredakan oleh Yesus. Bagaimana kita bisa melawan rasa takut dengan iman? Kehadiran Yesus yang tertidur di danau yang dilanda badai menyingkapkan “iman tidur” para murid-Nya. “Maka datanglah murid2-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (ay 25). Mereka takut akan nyawa mereka meskipun Tuhan dan Guru mereka ada bersama mereka di perahu. Mereka tertidur di hadapan Kristus sementara Dia hadir di saat mereka membutuhkan. Jadi bukannya Yesus yg tertidur, tetapi iman mereka yg tertidur dan tdk menyadari bahwa Tuhan Yesus ada di tengah2 mereka. “Mengapa kamu takut, kamu yg kurang percaya?”(ay 26) Tuhan selalu hadir bagi kita. Dan pada saat pengujian kita, Dia menanyakan pertanyaan yang sama: “Mengapa kamu takut? Apakah Anda tidak memiliki iman”(ay 26)? Apakah Anda mengenali kehadiran Tuhan bersama Anda, terutama ketika Anda menghadapi badai kesengsaraan, kesedihan, dan pencobaan? Setiap kali kita menghadapi masalah, Tuhan Yesus ada di sana dengan pesan yang sama meyakinkan: “Ini aku, jangan takut”(Mat 14:27).
Iman harus kita pelihara dengan firman Tuhan. Apa karakteristik iman dan bagaimana kita dapat tumbuh di dalamnya? Iman adalah anugerah yang sepenuhnya gratis yang Allah berikan untuk kita. Percaya hanya mungkin karena anugerah dan bantuan Roh Kudus, yang menggerakkan hati dan yang membuka mata pikiran untuk memahami dan menerima kebenaran yang telah Allah ungkapkan kepada kita. Iman memampukan kita untuk berelasi dengan Tuhan dengan benar dan percaya diri, dengan kepercayaan dan keyakinan, dengan percaya dan berpegang pada firman-Nya, karena Dia benar-benar dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Jika kita ingin hidup, tumbuh, dan bertahan dalam iman, maka itu harus dipelihara dengan firman Tuhan. Biarkan cinta Kristus menguasai hati dan pikiran kita.
Ketakutan justru melumpuhkan kita dari mengambil tindakan yang benar atau merampas kepercayaan dan ketergantungan kita pada Allah. Keberanian bekerja dengan iman memungkinkan kita untuk menerima firman kebenaran dan kasih Allah dengan percaya diri dan menindaklanjutinya dengan harapan yang kuat akan janji-janji Allah. Kasih Allah menguatkan kita dalam iman dan kepercayaan kita kepada-Nya dan memungkinkan kita untuk bertindak dengan adil dan baik hati terhadap sesama kita bahkan dalam menghadapi pertentangan atau bahaya. Apakah kita membiarkan kasih Yesus Kristus memerintah dalam hati dan pikiran kita, dan menggerakkan keinginan kita untuk memilih yang baik sesuai dengan kehendak-Nya? Semoga! “Tuhan Yesus, tambahlah iman kami akan kasih dan kuasa-Mu yang menebus agar kami dapat selalu mengakui kehadiran-Mu yang tetap bersama kami. Berilah kami keberanian dan kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan, cobaan, dan godaan dengan percaya pada bantuan pertolongan-Mu dan menyadari kehadiran-Mu di tengah2 kami. Amin.” Berkah Dalem.