Hari ini di banyak Gereja di Timur dan Barat Rasul Petrus dan Paulus diperingati. Hari ini adalah Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus. Keduanya mati sebagai martir di Roma pada abad pertama. Mereka tanpa lelah bekerja untuk penyebaran Injil, tidak hanya untuk orang-orang Yahudi atau Israel, tetapi juga untuk semua bangsa. Mereka mempertaruhkan hidup mereka dalam proses itu dan dengan senang hati mencurahkan darah mereka dalam kesetiaan kepada Tuhan mereka, Tuhan Yesus Kristus. Seperti yang dikatakan Paulus dengan sangat fasih dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, mereka dengan berani berjuang demi perjuangan yang baik, menyelesaikan lomba, dan memelihara iman (2 Tim 4: 7). Bacaan Injil hari ini, Mat 16:13-19 berkisah tentang pengakuan Petrus tentang Yesus. “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (ay 15). Seberapa teguh iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus? Pada saat yang tepat, Yesus menguji murid-murid-Nya dengan pertanyaan penting: “Kata orang, siapakah Anak Manusia dan ….Tetapi apa katamu siapakah Aku ini?”(ay 13 dan 15). Yesus secara luas diakui di Israel sebagai abdi Allah yang perkasa, bahkan dibandingkan dengan nabi-nabi terbesar, Yohanes Pembaptis, Elia, dan Yeremia(ay 14). Petrus, yang selalu cepat menanggapi, berseru bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.”Maka jawab Simon Petrus: ” Engkau adalah Mesias, Anak Allah yg hidup!”(ay 16). Melalui karunia iman, Petrus mengakui bahwa Yesus adalah “yang diurapi” (dalam bahasa Ibrani dan Yunani kata itu diterjemahkan sebagai Mesias dan Kristus), dan Anak Tunggal Allah yang dikirim oleh Bapa di surga untuk menebus umat manusia yang jatuh. Tidak ada makhluk fana yang dapat mengungkapkan hal ini kepada Petrus; tetapi hanya Allah (ay 17). Yesus kemudian memberikan otoritas kepada Petrus untuk memerintah gereja atau jemaat yang akan dibangun oleh Yesus [yang digambarkan Petrus sebagai orang yang ditebus dengan darah Kristus yang mahal – (Surat Pertama dari Petrus 1:19), sebuah gereja yang tidak dapat dikuasai oleh kekuatan apa pun(ay 18). Yesus memainkan nama Petrus yang merupakan kata yang sama untuk “batu” atau “karang” dalam bahasa Aram dan Yunani. Batu spiritual dan batu hidup. Menyebut seseorang “batu” adalah salah satu pujian terbesar. Para rabi kuno mengatakan bahwa ketika Allah Yahwe melihat Abraham, Dia berseru, “Aku telah menemukan batu untuk membangun dunia.” Abraham menaruh kepercayaannya pada Allah dan menjadikan firman Allah sebagai fondasi hidupnya dan landasan imannya. Melalui Abraham Allah mendirikan sebuah bangsa untuk diri-Nya sendiri. Melalui iman, Petrus memahami siapa Yesus sebenarnya. Dia adalah rasul pertama yang menyatakan bahwa Yesus benar-benar Yang Diurapi (Mesias dan Kristus) dan satu-satunya Anak Allah yang diperanakkan. Perjanjian Baru menggambarkan Gereja, umat Allah, sebagai rumah rohani dan bait Roh Kudus dengan masing-masing anggota digabung bersama sebagai batu hidup (lihat 1 Petrus 2: 5). Iman kepada Yesus Kristus membuat kita menjadi batu-batu spiritual atau rohani. Tuhan Yesus menguji kita masing-masing secara pribadi dengan pertanyaan yang sama: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”(ay 15). “Tuhan Yesus, kami mengaku dan percaya bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Engkau adalah Tuhan dan Juru Selamat kami yang telah membebaskan kami dari dosa dan tipu daya setan. Jadikanlah iman kami kuat seperti Rasul Petrus dan Paulus dan berilah kami keberanian utk berbicara tentang Engkau kepada orang lain agar mereka dapat mengenal Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Amin.” Selamat Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus dan juga Selamat Pesta Hati Tersuci St. Perawan Maria. Selamat berakhir pekan dan Berkah Dalem.