Dirung Lingkin, Minggu, 25 Oktober 2026,  Paroki St. Stefanus Dirung Lingkin merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-II pada Minggu, 25 Oktober 2026. Perayaan yang mengusung tema “Umat Allah St. Stefanus Bersatu dalam Kasih dan Pengampunan Membangun Paroki yang Harmonis”. Tema ini menjadi momentum syukur sekaligus ajakan bagi seluruh umat untuk semakin mempererat persaudaraan dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

Hari ulang tahun paroki jatuh pada 24 Oktober. Karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari Sabtu, perayaan bersama digeser ke Minggu, 25 Oktober 2026, agar umat dapat berpartisipasi lebih aktif dan tidak mengganggu pekerjaan umat. Ada berbagai kegiatan  yang diselenggarakan untuk menyongsong perayaan ini, mulai dari perlombaan hingga rekoleksi.

Perlombaan HUT Paroki dibagi ke dalam dua kategori, yakni lomba hiburan dan lomba liturgi. Lomba hiburan meliputi domino, catur, joget Tik-Tok, estafet sarung, dan lompat suit. Sementara itu, lomba liturgi mencakup mazmur, lektor, pembawa doa umat, serta paduan suara antarlingkungan. Selain memeriahkan perayaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi umat untuk mengembangkan talenta, membangun kekompakkan, dan memperkuat kerja sama antarlingkungan.

Sehari sebelum perayaan puncak, umat mengikuti rekoleksi HUT Paroki yang dibawakan oleh Rm. Yohanes Benyamin Wedhu, Pr dari paroki Ampah. Rekoleksi ini menjadi kesempatan untuk memperdalam iman dan merefleksikan pentingnya kasih, pengampunan, serta persatuan dalam membangun komunitas paroki yang harmonis.

Puncak perayaan dilaksanakan melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki, Rm. Firminus Hoga Botan, SSCC, sebagai selebran utama, didampingi Rm. Niko, SSCC, dan Rm. Ben, Pr. Perayaan HUT ini juga diliput langsung oleh tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Murung Raya.

Usai Perayaan Ekaristi, umat mengikuti acara ramah tamah yang diawali dengan penampilan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Stefanus Dirung Lingkin. Acara dilanjutkan dengan sambutan Pastor Paroki, peniupan lilin, dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan dua tahun paroki. Suasana semakin meriah melalui pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan serta pembagian doorprize. Selain itu ungkapan syukur juga disuguhi penampilan dari anak-anak TK Bintang Timur yang diasuh oleh para suster KYM dan penampilan dari Bapak-bapak, ibu-ibu dan juga misdinar paroki.

Salah satu bagian yang menonjol dalam perayaan ini adalah penerimaan Sangkai, sebuah tradisi adat yang dibawakan oleh umat Stasi Santo Stanislaus Dirung. Sangkai yang dimaksud adalah tradisi Sangkai Duit yang dikenal di sejumlah suku Dayak di Kalimantan Tengah. Dalam tradisi tersebut, uang ditata pada rangkaian hiasan berbentuk bunga dan diberikan dalam acara adat sebagai tanda dukungan serta kebersamaan. Tradisi ini juga dikaitkan dengan nilai handep, yaitu semangat saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

Sangkai tersebut diterima oleh Ketua DPP dan Pastor Paroki sebagai ungkapan penghargaan terhadap budaya setempat. Kemudian acara dilanjutkan dengan tarian bersama dengan musik sangkai yang dinyanyikan dengan pantun-pantun saling sahut-sahutan. Dalam pesannya, Pastor Paroki menegaskan bahwa Gereja harus mengakar dalam budaya lokal. Ia juga berharap agar pada perayaan HUT berikutnya, setiap stasi dan lingkungan dapat menampilkan budaya Kalimantan khususnya di Dayak Siang sebagai wujud penghargaan terhadap kekayaan tradisi yang hidup di tengah umat.

Semangat kebersamaan tampak pula dalam keterlibatan umat dari stasi dan lingkungan. Perlombaan dilaksanakan antarlingkungan dan konsumsi acara dibawa oleh lingkungan masing-masing. Partisipasi ini menunjukkan bahwa perayaan paroki merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya panitia, melainkan seluruh umat yang ingin membangun Gereja melalui kerja sama dan pelayanan.

Melalui HUT ke-II ini, umat Paroki St. Stefanus Dirung Lingkin diajak untuk terus menghidupi tema perayaan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bersatu dalam kasih dan pengampunan, menghargai perbedaan, melestarikan budaya setempat, serta membangun paroki yang harmonis. Perayaan ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh umat untuk semakin bertumbuh dalam iman dan mengambil bagian aktif dalam karya pelayanan Gereja.

 

BY: FR. YAN, SS.CC