
Pada tanggal 24 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00, Majalah Rohani dan Utusan, yang diterbitkan oleh Ordo Jesuit Indonesia, bekerja sama dengan Propinsi SS.CC. Indonesia, yang diwakili oleh Tim Pastor Rolf Reichenbach Propinsi Indonesia, mengadakan webinar tentang hidup Pastor Rolf Reichenbach. Webinar kali ini dimoderatori oleh Fr. Arnold, SJ, dengan menggunakan kerangka empat masa hidup Yesus untuk melihat dan memperdalam masa hidup Pastor Rolf Reichenbach. Pastor Antun Wardoyo, SS.CC., sebagai koordinator Tim Pastor Rolf Indonesia, mengawali webinar tersebut.

Anastasia Filika, penulis buku Pastor Rolf, Pelayan yang Rendah Hati, sebagai pembicara utama, mempresentasikan keempat masa hidup Pastor Rolf dengan amat baik. Setiap masa hidup dijembatani dengan refleksi pribadi sebelum berlanjut ke masa berikutnya. Melengkapi pemaparan tersebut, Romo Roma, SS.CC., mempresentasikan secara singkat prosedur proses kanonisasi serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut. Saudari Dena, seorang anggota Sahabat Pastor Rolf, memberikan awalan yang menambah inspirasi melalui pengalaman perjumpaannya dengan Pastor Rolf. Ibu Rina, seorang cabang awam SS.CC. di Batam, memberikan gambaran tentang ziarah napak tilas Pastor Rolf yang kelima. Ziarah tersebut diadakan setiap tahun di Batam, sekitar waktu meninggalnya Pastor Rolf, sebagai kesempatan untuk merenungkan dan mengambil inspirasi dari kehidupan Pastor Rolf.

Webinar ini diikuti sedikitnya 90 orang, ditambah puluhan orang lainnya yang menyimak melalui YouTube SS.CC. Indonesia. Isi presentasi webinar tersebut antara lain mengangkat empat masa hidup Pastor Rolf.
Masa kecil Pastor Rolf berlangsung dalam situasi krisis perdamaian akibat peristiwa Nazi. Keadaan tersebut membuatnya mengungsi ke negara lain dan berpisah dengan orang tuanya. Akan tetapi, dalam situasi tersebut, ia menemukan cinta kasih Tuhan.
Masa tersembunyi yang dihidupinya dalam masa initial formation membawanya kepada kejernihan diri. Hidup dalam kesederhanaan, mati raga, dan cinta kasih Tuhan ketika berada di seminari membuat dirinya semakin terkobar untuk mewartakan cinta kasih Tuhan.
Masa karya Pastor Rolf merupakan masa ketika ia memberikan diri secara total dan personal. Pemberian diri tersebut dialami oleh banyak orang yang berjumpa dan mengalami pelayanan Pastor Rolf.
Masa salib menjelang kematian mengungkapkan kebahagiaannya untuk tetap melayani di saat menderita. Ia juga mengalami kebahagiaan ketika semakin intens bersatu dengan Yesus dalam salib. Damai dan taat menjadi sikapnya ketika menghembuskan napas terakhir menuju Bapa.
Melalui webinar ini, kehidupan Pastor Rolf Reichenbach kembali dikenangkan dan direnungkan sebagai sebuah kesaksian iman, pelayanan, kesederhanaan, dan penyerahan diri kepada Tuhan. Kehidupannya menjadi inspirasi bagi banyak orang

Pastor Antun Wardoyo, SS.CC